My Little Daemon™

Middle, FreeBSD, PHPApril 5, 2009 3:49 pm

Setalah kita pernah membuat script PHP yang mengeksekusi shell FreeBSD, kini saatnya kita membuat script PHP untuk mengeksekusi SSH. Dengan ini kita tidak saja melewatan perintah melalui jalur aman SSH, namun juga bisa menyesuaikan hak ases user yang melakukan eksekusi sesuai dengan user yang ada dalam sistem FreeBSD serta keleluasaan me-remote sembarang mesin via SSH. Jadi tak hanya di mesin dimana PHP ditanamkan.

Langsung saja, preparasi :

  1. Download file source openssl-0.9.8k.tar.gz DI SINI.
  2. Extrak file source OpenSSL : # tar xvfz openssl-0.9.8k.tar.gz
  3. Masuk ke direktori hasil ekstraksi : # cd xvfz openssl-0.9.8k
  4. Proses instalasi, konfigurasi : # ./configure
  5. Lakukan kompilasi : # make
  6. Test make : # make test
  7. Install : # make install
  8. Hapus sampah instalasi : # make clean
  9. Hapus sampah konfigurasi : # make distclean
  10. Download file source libssh2-1.1.tar.gz DI SINI.
  11. Ekstrak libssh2-1.1.tar.gz : # tar xvfz libssh2-1.1.tar.gz
  12. Masuk ke dirktori source : # cd libssh2-1.1
  13. Konfigurasi : # ./configure
  14. Compile source : # make
  15. Checking paket : # make check
  16. Instalasi file-file program dan dokumentasi : # make install
  17. Bersih-bersih sampah instalasi : # make clean
  18. Bersih-bersih sampah konfigurasi : # make distclean
  19. Download PECL/ssh2 DI SINI.
  20. Masuk ke diretori source : #cd ssh2-0.11.0
  21. Kompilasi PECL/ssh2 : # phpize && ./configure –with-ssh2 && make
  22. Maka akan dihasilkan file library ssh2.so di direktori modules
  23. Salin ke direktori ekstensi dari PHP [hal ini bisa diketahui dari file php.ini yang merupakan file konfigurasi PHP, yaitu pada baris extension_dir=""], lalu arahkan opsi ekstensi library ini, yaitu pada baris : extension=ssh2.so
  24. Restart web server untuk menjalankan kofigurasi baru php.ini : # /usr/local/sbin/apachectl restart

Preparasi selesai, waktunya coding :

  1. Misalnya kita ingin menggunakan user login dody dengan password laliaku untuk menyalin file1 menjadi file2 yang berada dalam home direktorinya [/home/dody]. Program ini juga harus bisa menunjukkan list file-file dalam direktori /home/dody sebelum dan sesudah proses penyalinan. 
  2. Buat file php berikut lalu tempatkan ke root direktori Apache : # edit /usr/local/www/data/ssh2.php

        <?php

        function perintah($eksekusi)
        {
        $connection = ssh2_connect(’192.168.2.253′, 22);
        ssh2_auth_password($connection, ‘dody’, ‘laliaku’);

        $stream = ssh2_exec($connection, $eksekusi);
        stream_set_blocking($stream, true);
                        while($line = fgets($stream)) {
                                flush();
                                echo $line."<br />";
                        }
        stream_set_blocking($stream, true);
        echo stream_get_contents($stream);
        }

        echo ‘List file di direktori /home/dody SEBELUM penyalinan :<br>’;
        perintah(’ls /home/dody’);

        perintah(’cp /home/dody/file1 /home/dody/file2′);

        echo ‘List file di direktori /home/dody SETELAH penyalinan :<br>’;
        perintah(’ls /home/dody’)

        ?>

  3. Jalankan via browser :

Langkah-langkah di atas menggunakan file-file source tarball, sehingga bisa dilakukan untuk semua turunan *NIX termasuk Linux, bukan hanya FreeBSD. 

FreeBSD…just funtastic!

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSD, SelinganMay 4, 2008 12:28 pm

Sebagai Administrator suatu network, terkadang kita membutuhkan tool untuk mengetahui host-host mana saja yang UP atau terkoneksi ke jaringan. Namun jika Anda menggunaan *NIX dengan bash shell, ketikkan saja script di bawah ini lalu enter :

for ip in $(seq 1 254); do ping -c 1 192.168.1.$ip>/dev/null; [ $? -eq 0 ] && echo "192.168.1.$ip UP" || : ; done

Contohnya :

handaru@internal19:~$ for ip in $(seq 1 254); do ping -c 1 192.168.1.$ip>/dev/null; [ $? -eq 0 ] && echo "192.168.1.$ip UP" || : ; done

192.168.1.3 UP
192.168.1.5 UP
192.168.1.8 UP
192.168.1.10 UP
192.168.1.16 UP
192.168.1.25 UP
192.168.1.28 UP
192.168.1.33 UP
192.168.1.34 UP
192.168.1.35 UP
192.168.1.37 UP
192.168.1.39 UP
192.168.1.43 UP
192.168.1.44 UP
192.168.1.45 UP
192.168.1.74 UP
192.168.1.100 UP
192.168.1.101 UP
192.168.1.150 UP

Sumber http://www.cyberciti.biz

FreeBSD…mudah, itu saja. 

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa
Middle, C Programming, FreeBSDFebruary 9, 2008 9:58 am

Fungsi ini adalah bagian dari pustaka stdio.h yang berguna untuk memanggil  proses. Bentuk umumnya adalah :

FILE *popen(const char *perintah, const char *tipe);

dimana :

  • *perintah adalah string yang berisi perintah yang hendak dikerjakan.
  • *tipe adalah "r" untuk read-only dan "w" untuk write.

popen() memiliki nilai kembalian berupa stream pointer jika sukses dan NULL untuk error. Untuk menutup fungsi ini kita bisa gunakan perintah :

pclose(FILE *stream_pointer);

Berikut adalah contoh aplikasinya :

$ edit test_popen.c

#include <stdio.h>

main()
{
  FILE *fp;
  char tampil[200]; /* penampung baris-baris tampilan hasil. */

  fp = popen("ls -l", "r"); /* perintah yang diberikan. */

  /* pembacaan baris-baris tampilan hasil. */
  while ( fgets(tampil, sizeof tampil, fp)) /* menggunakan fungsi fgets untuk mendapatkan string [tampil] dari sebuah stream [fp]*/
  {
    printf("%s", tampil); /* lihatlah, tipe tampil adalah string [%s] yang kita dapat dari dari stream pointer fp */
  }
  pclose(fp); /* penutupan */
}

 

$ gcc -o test_popen test_popen.c
$ ./test_popen
total 108
-rw-r–r–  1 handaru  1001    14 Jan  6 22:34 coba
-rwxr-xr-x  1 root     1001  4917 Jan  9 21:32 cobaread
-rw-r–r–  1 root     1001   343 Jan  9 21:32 cobaread.c
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001  4734 Aug 29 14:49 hello
-rw-r–r–  1 handaru  1001    58 Aug 29 14:49 hello.c
-rw-r–r–  1 root     1001   154 Dec 19 15:21 killerror.txt
-rw-r–r–  1 root     1001   154 Dec 19 15:27 killerror2.txt
-rw-r–r–  1 root     1001   166 Dec 20 12:43 psaxgrepsendmail.txt
-rw-r–r–  1 root     1001   166 Dec 20 12:28 psaxgrepsenmail.txt
-rw-r–r–  1 root     1001  2991 Dec 20 12:27 psaxoutput.txt
-rw-r–r–  1 root     1001     5 Dec 18 15:42 psin.txt
-rw-r–r–  1 root     1001  2974 Dec 18 15:44 psoutput.txt
-rw-r–r–  1 root     1001    70 Dec 18 15:13 psoutput1.txt
-rw-r–r–  1 root     1001  2974 Dec 20 12:24 pssort.txt
-rwxr-xr-x  1 root     1001  4890 Jan 20 22:39 sistem
-rw-r–r–  1 root     1001   159 Jan 20 22:30 sistem.c
-rwxr-xr-x  1 root     1001  4915 Jan 20 23:00 sistem2
-rw-r–r–  1 root     1001   180 Jan 20 23:00 sistem2.c
-rw-r–r–  1 handaru  1001    40 Jan 16 09:04 so.txt
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001  5571 Jan 25 19:19 tes_fork
-rw-r–r–  1 handaru  1001   738 Jan 25 19:01 tes_fork.c
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001  4865 Jan 25 16:32 test_execl
-rw-r–r–  1 handaru  1001   103 Jan 25 16:32 test_execl.c
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001  5361 Feb  3 13:07 test_exit
-rw-r–r–  1 handaru  1001   770 Feb  3 13:04 test_exit.c
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001  5328 Jan 25 19:32 test_fork
-rw-r–r–  1 handaru  1001   535 Jan 28 12:22 test_fork.c
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001  5042 Feb  9 10:12 test_popen
-rw-r–r–  1 handaru  1001   309 Feb  9 10:12 test_popen.c
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001  5552 Jan 28 13:09 test_wait
-rw-r–r–  1 handaru  1001   582 Jan 28 13:09 test_wait.c
$

FreeBSD…masih ragu-kah dirimu ?

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Middle, C Programming, FreeBSDFebruary 3, 2008 12:50 pm

Untuk menghentikan sebuah proses, kita bisa menggunakan fungsi exit(). Fungsi ini berada dalam pustaka unistd.h. Bentuk umum fungsi ini adalah :

void exit(int status) 

dimana status merupakan nilai balikan yang kita kirimkan via fungsi ini. Perjanjian yang banyak digunakan adalah 0 untuk penghentian proses yang sukses dan bukan 0 untuk penghentian proses yang bermasalah. Daftar yang umum digunakan oleh sistem FreeBSD ada di /usr/include/sysexits.h. Namun kita bisa saja mendefiniskan status error kita sendiri. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut, test_exit.c, yang merupakan modifikasi file test_wait.c :

$edit test_exit.c

#include <stdio.h>
#include <unistd.h>         /*fork() dan exit()*/
#include <sys/types.h>      /*pid_t*/

int main()
{
   pid_t nilai_balikan, pid;
   int status;

   nilai_balikan = fork();

   if (nilai_balikan < 0){
        perror("fork");
        exit(1);
        /* CATATAN : perror() menghasilkan sebuah pesan kesalahan pendek pada  standard error yang menjelaskan eroor terakhir yang terjadi ketika sebuah penggilan ke sistem atau fungsi pustaka. */
   }
   else if (nilai_balikan == 0)
      execlp("/bin/ls","ls",0);
   else{
      pid = wait(&status);
      printf("Proses induk dengan PID : %d, telah bersedia menunggu selesainya proses anaknya dengan PID : %d sebelum menampilkan baris ini.\n", getpid(), pid);
      exit(0);
  }
}

$ gcc -o test_exit test_exit.c
$ ./test_exit
coba                    killerror2.txt          psoutput1.txt           so.txt                  test_exit.c
cobaread                psaxgrepsendmail.txt    pssort.txt              tes_fork                test_fork
cobaread.c              psaxgrepsenmail.txt     sistem                  tes_fork.c              test_fork.c
hello                   psaxoutput.txt          sistem.c                test_execl              test_wait
hello.c                 psin.txt                sistem2                 test_execl.c            test_wait.c
killerror.txt           psoutput.txt            sistem2.c               test_exit
Proses induk dengan PID : 696, telah bersedia menunggu selesainya proses anaknya dengan PID : 697 sebelum menampilkan baris ini.
$

FreeBSD…bukan Superman tapi perkasa.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Middle, C Programming, FreeBSDJanuary 28, 2008 12:55 pm

wait() berfungsi untuk memaksa menunggu bagi proses pemanggil [proses induk] atas selesainya eksekusi suatu proses anak sebelum melakukan aktivitas yang lain. Bentuk umum fungsi ini adalah :

int wait(int *status)

terlihat bahwa parameter fungsi ini adalah pointer integer.

Untuk lebih jelasnya kita bisa melihatnya pada contoh berikut [yang merupakan modifikasi file test_fork.c] :

$ edit test_wait.c

#include <stdio.h>
#include <unistd.h>         /*fork()*/
#include <sys/types.h>      /*pid_t*/

int main()
{
   pid_t nilai_balikan, pid;
   int status;

   nilai_balikan = fork();

   if (nilai_balikan < 0)
      fprintf(stderr, "Nilai balikan : %d, berarti fork gagal dieksekusi.\n", nilai_balikan);
   else if (nilai_balikan == 0)
      execlp("/bin/ls","ls",0);
   else{
      pid = wait(&status);
      printf("Proses induk dengan PID : %d, telah bersedia menunggu selesainya proses anaknya dengan PID : %d sebelum menampilkan baris ini.\n", getpid(), pid);
     }
}

$ gcc -o test_wait test_wait.c
$ ./test_wait
coba                    killerror2.txt          psoutput1.txt           so.txt                  test_fork.c
cobaread                psaxgrepsendmail.txt    pssort.txt              tes_fork                test_wait
cobaread.c              psaxgrepsenmail.txt     sistem                  tes_fork.c              test_wait.c
hello                   psaxoutput.txt          sistem.c                test_execl
hello.c                 psin.txt                sistem2                 test_execl.c
killerror.txt           psoutput.txt            sistem2.c               test_fork
Proses induk dengan PID : 676, telah bersedia menunggu selesainya proses anaknya dengan PID : 677 sebelum menampilkan baris ini.
$

Pada contoh di atas jelas terlihat bahwa proses induk PID 676 harus menunggu selesainya proses anak dengan PID 677 yang sedang menjalankan perintah ls sebelum bisa melakukan kegiataan yang lain [printf("Proses induk dengan PID : %d, telah bersedia menunggu selesainya proses anaknya dengan PID : %d sebelum menampilkan baris ini.\n", getpid(), pid);] dengan memanfaatkan fungsi wait(&status). &status sendiri merupakan pointer integer dari status proses anak yang dihasilkan oleh proses induk. Nilai balikannya fungsi wait(&status) adalah integer sehingga bisa dimuatkan ke variabel pid yang bertipe integer yang kemudian memungkinkan kita tampilkan nilainya dengan fungsi printf() dengan %d yang merupakan format penampilan data bertipe integer pada fungsi printf().

FreeBSD…dari awal pun dimungkinkan.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Middle, C Programming, FreeBSDJanuary 25, 2008 7:36 pm

Dengan fungsi fork() memungkinkan sebuah proses dijalankan oleh dua proses identik yang kita kenal sebagai proses parent (induk) dan proses child (anak). Fork yang sukses akan memberikan nilai balikan 0 dan memberikan nilai balikan -1 jika terjadi kegagalan eksekusi fungsi ini.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :

#edit test_fork.c 

#include <stdio.h>
#include <unistd.h>         /* pustaka dimana fungsi fork() berada */
#include <sys/types.h>      /* pustaka dimana tipe data pid_t berada */

int main()
{
   pid_t nilai_balikan;

   nilai_balikan = fork();

   if (nilai_balikan < 0)
      fprintf(stderr, "Nilai balikan : %d, berarti fork gagal dieksekusi\n", nilai_balikan);
   else if (nilai_balikan == 0)
      printf("Nilai balikan : %d, berarti fork berhasil dieksekusi dan  membuat proses anak dengan PID : %d\n", nilai_balikan
   else
      printf("Ini proses induk dengan PID : %d\n", getpid());
}

$ gcc -o test_fork test_fork.c
$ ./test_fork
Ini proses induk dengan PID : 766
Nilai balikan : 0, berarti fork berhasil dieksekusi dan  membuat proses anak dengan PID : 767
$

Tipe data pid_t adalah signed integer untuk merepresentasikan PID yang terdapat dalam standar pustaka GNU sys/types.h. dan fungsi getpid() bisa kita gunakan untuk mengetahui PID dari proses yang berjalan [baik proses induk maupun proses anak].

FreeBSD…mendasar dan terpahami.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, C Programming, FreeBSDJanuary 22, 2008 10:15 pm

Fungsi execl() bisa digunakan untuk menjalankan dan menghentikan sebuah proses. Fungsi ini berada dalam pustaka unistd.h. Bentuk umum fungsi ini adalah :

execl(char *path, char *arg0,…,char *argn, 0);

Dimana :

  • path adalah path dari sistem UNIX [baca FreeBSD] dari perintah yang akan diberikan.
  • arg0 adalah string yang mengacu pada path
  • arg1 sampai argn adalah argumen perintahnya
  • 0 adalah NULL terminator yang merupakan argumen yang bertugas memberitahukan kepada sistem C Programming bahwa tak ada lagi argumen yang di-list
  • Penggunaan * pada path dan argumen menandakan bahwa string yang diinputkan pada fungsi ini ditampung dalam pointer
  • Low level fungsi ini pernah kita bahas DI SINI

Berikut adalah contoh aplikasi fungsi execl() untuk menampilkan semua isi direktori aktif dalam format panjang :

$edit test_execl.c

#include <stdio.h>
#include <unistd.h>

main()
{ printf("Files in Directory are:\n");
                 execl("/bin/ls","ls", "-la",0);
}

Pada contoh di atas : /bin/ls adalah path, ls adalah arg0 dan 0 adalah Null terminator.

$ gcc -o test_execl test_execl.c
$ ./test_execl
Files in Directory are:
total 92
drwxr-xr-x  4 handaru  1001   1024 Jan 22 22:22 .
drwxr-xr-x  5 root     wheel   512 Dec 26 13:34 ..
-rw——-  1 handaru  1001      0 Nov 12 13:49 .Xauthority
-rw-r–r–  1 handaru  1001    767 Aug 29 13:42 .cshrc
-rw-r–r–  1 handaru  1001    248 Aug 29 13:42 .login
-rw-r–r–  1 handaru  1001    158 Aug 29 13:42 .login_conf
-rw——-  1 handaru  1001    373 Aug 29 13:42 .mail_aliases
-rw-r–r–  1 handaru  1001    331 Aug 29 13:42 .mailrc
drwxr-xr-x  2 handaru  1001    512 Dec 20 15:45 .mc
drwxr-xr-x  2 handaru  1001    512 Dec 27 13:00 .pgp
-rw-r–r–  1 handaru  1001    797 Aug 29 13:42 .profile
-rw——-  1 handaru  1001    276 Aug 29 13:42 .rhosts
-rw-r–r–  1 handaru  1001    975 Aug 29 13:42 .shrc
-rw-r–r–  1 handaru  1001     14 Jan  6 22:34 coba
-rwxr-xr-x  1 root     1001   4917 Jan  9 21:32 cobaread
-rw-r–r–  1 root     1001    343 Jan  9 21:32 cobaread.c
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001   4734 Aug 29 14:49 hello
-rw-r–r–  1 handaru  1001     58 Aug 29 14:49 hello.c
-rw-r–r–  1 root     1001    154 Dec 19 15:21 killerror.txt
-rw-r–r–  1 root     1001    154 Dec 19 15:27 killerror2.txt
-rw-r–r–  1 root     1001    166 Dec 20 12:43 psaxgrepsendmail.txt
-rw-r–r–  1 root     1001    166 Dec 20 12:28 psaxgrepsenmail.txt
-rw-r–r–  1 root     1001   2991 Dec 20 12:27 psaxoutput.txt
-rw-r–r–  1 root     1001      5 Dec 18 15:42 psin.txt
-rw-r–r–  1 root     1001   2974 Dec 18 15:44 psoutput.txt
-rw-r–r–  1 root     1001     70 Dec 18 15:13 psoutput1.txt
-rw-r–r–  1 root     1001   2974 Dec 20 12:24 pssort.txt
-rwxr-xr-x  1 root     1001   4890 Jan 20 22:39 sistem
-rw-r–r–  1 root     1001    159 Jan 20 22:30 sistem.c
-rwxr-xr-x  1 root     1001   4915 Jan 20 23:00 sistem2
-rw-r–r–  1 root     1001    180 Jan 20 23:00 sistem2.c
-rw-r–r–  1 handaru  1001     40 Jan 16 09:04 so.txt
-rwxr-xr-x  1 handaru  1001   4865 Jan 22 22:22 test_execl
-rw-r–r–  1 handaru  1001    123 Jan 22 22:21 test_execl.c
$

FreeBSD…jelas, jelas dan jelas.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, C Programming, FreeBSDJanuary 20, 2008 11:00 pm

Berikut adalah contoh sebuah proses yang menjalankan proses yang lain :

komkecil#edit sistem.c

#include <stdlib.h>
#include <stdio.h>

int main()
{
  printf("Jalankan perintah ps dengan system\n");
  system("ps -ax");
  printf("Selesai.\n");
exit(0);
}

komkecil# gcc -o sistem sistem.c
komkecil# ./sistem
Jalankan perintah ps dengan system
  PID  TT  STAT      TIME COMMAND
    0  ??  WLs    0:00.00 [swapper]
    1  ??  ILs    0:00.02 /sbin/init –
    2  ??  DL     0:00.05 [g_event]
    3  ??  DL     0:00.11 [g_up]
  . . . 
  553  p0  Is     0:00.02 -sh (sh)
  555  p0  I      0:00.02 su
  556  p0  S      0:00.09 _su (csh)
  606  p0  S+     0:00.00 ./sistem
  607  p0  S+     0:00.01 sh -c ps -ax
  608  p0  R+     0:00.00 ps -ax
Selesai.
komkecil#

Pada contoh program di atas, dia membuat satu proses ./sistem yang kita buat dengan bahasa C [PID 606] yang meminta shell [PID 607] yang kemudian shel tersebut meminta sistem FreeBSD menampilkan proses ps -ax [PID 608].

Dalam hal ini program sistem kita memanfaatkan fungsi pustaka system. Karena perintah ps -ax bukanlah sebuah backgroud process, maka progam sistem kita menunggu hingga ps -ax menampilkan otputnya ke layar, baru progam sietem menyatakan Selesai. Sebelum sistem menjalankan perintah ps -ax hingga selesai, program sistem tidak bisa menerima tugas [task] yang lain.

Ceritanya akan lain jika proses yang diminta adalah sebuah backgroud process. Baiklah, ubah sedikit file sistem.c menjadi sistem2.c seperti berikut :

komkecil#edit sistem2.c 

#include <stdlib.h>
#include <stdio.h>

int main()
{
  printf("Jalankan perintah ps dengan system\n");
  system("ps -ax &");
  system("pwd &");
  printf("Selesai.\n");
exit(0);
}

komkecil# gcc -o sistem2 sistem2.c
komkecil# ./sistem2
Jalankan perintah ps dengan system
Selesai.
/usr/home/handaru
komkecil#   PID  TT  STAT      TIME COMMAND
    0  ??  WLs    0:00.00 [swapper]
    1  ??  SLs    0:00.02 /sbin/init –
    2  ??  DL     0:00.11 [g_event]
    3  ??  DL     0:00.16 [g_up]
  . . .  
  553  p0  Is     0:00.02 -sh (sh)
  555  p0  I      0:00.02 su
  556  p0  S+     0:00.12 _su (csh)
  684  p0  R      0:00.00 ps -ax
  686  p0  R      0:00.00 sh -c pwd &

komkecil#

Sekarang bisa Anda lihat bahwa program kita [sistem2] meminta sistem FreeBSD menjalankan perintah ps -ax namun sebagai backgroud process [ps -ax &] sehingga program sistem2 kita tidak perlu menunggu program ps -ax & menyelesaikan penampilannya ke layar, sistem2 sudah bisa menampilkan perintah pwd &. Bahkan sistem2 bisa menganggap tugasnya telah selesai [Selesai.] ketika hasil perintah ps -ax & dan pwd & belum tertampil di layar :

komkecil# ./sistem2
Jalankan perintah ps dengan system
Selesai.
/usr/home/handaru
komkecil#   PID  TT  STAT      TIME COMMAND
    0  ??  WLs    0:00.00 [swapper]
    1  ??  SLs    0:00.02 /sbin/init –
. . . 

FreeBSD…asal-usulnya jelas.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSD, SelinganJanuary 18, 2008 8:14 am

Pada posting terdahulu, saya lupa menjelaskan bagaimana cara setting default gateway dan DNS jika menggunakan FreeBSD sebagai client Telkom Speedy Unlimited. Berikut dua langkah mudahnya :

  1. # edit /etc/rc.conf lalu tambahkan baris : defaultrouter="192.168.1.1" lalu reboot.
  2. # edit /etc/resolv.conf lalu buat menjadi seperti ini :

    search telkom.net.id
    nameserver 202.134.1.10
    nameserver 202.134.0.15

FreeBSD…kalau bisa mudah, mengapa dibuat susah ?

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSD, SelinganJanuary 17, 2008 6:52 pm
Ketika login ke sistem FreeBSD, adakalanya kita perlu berganti user untuk melakukan suatu aktivitas yang membutuhkan hak akses lebih tinggi atau sebaliknya, menurunkan hak akses user login karena sudah tidak membutuhkan suatu hak akses tertentu. Untuk hal ini kita bisa menggunakan perintah su [switch user]. Yang perlu diingat ketika berpindah user, hak akses berikutnya yang terbawa adalah user akhir, namun direktori kerja/aktif tetap berada pada direktori kerja user sebelum switch. Tentu saja pastikan dulu paket sudo sudah terinstall di sistem FreeBSD kita.
 
$ pwd
/usr/home/handaru
$ su sakti
otp-md5 496 ko0807 ext
Password:
$ pwd
/usr/home/handaru
 
Untuk keluar dari user login terakhir, kembali ke user login semula, bisa digunakan perintah exit.
 
Dan…jika kita bermaksud naik ke level hak akses root [super user], kita bisa memasukkan user login kita ke group wheel :
 
# edit /etc/group
 
Record teratas berikut yang perlu di-edit :
 
wheel:*:0:root,handaru 
 
Baiklah, untuk memakainya kita bisa bisa dengan perintah su saja atau su root :
 
$ su root
Password:
komkecil# exit
exit
$ su
Password:
komkecil# pwd
/usr/home/handaru
 
Keberadaan su root [super user] ini sangat bermanfaat terutama jika kita me-remote server FreeBSD kita via SSH yang konfigurasi defaultnya di /etc/ssh/sshd_config adalah #PermitRootLogin no. Kita bisa login dengan user standar, lalu su aja, maka hak akses root berada dalam di ujung jari.
 
FreeBSD…tentu saja fleksibel.
 
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa