My Little Daemon™

Simple, FreeBSDJanuary 1, 2008 12:35 pm
  1. Secara fisik hard disk [IDE termasuk SATA] yang akan ditambahkan sudah terpasang dengan benar di komputer FreeBSD yang diinginkan yang sebelumnya hanya menggunakan satu hard disk IDE [ad0].

  2. # edit /var/run/dmesg.boot Langkah ini untuk melihat apakah hard disk baru yang ditambahkan bisa dikenali oleh sistem FreeBSD kita. Pada langkah-langkah selanjutnya, di sini diasumsikan bahwa hard disk baru dikenali sebagai ad1

  3. # dd if=/dev/zero of=/dev/rad1 bs=1k count=1 Langkah ini men-clear-kan hard disk baru

  4. # fdisk  -BI ad1  Langkah ini untuk menginisialisasi hard disk baru yang ditambahkan

  5. # bsdlabel -B -w -r ad1s1 auto lalu # bsdlabel -e ad1s1 Langkah ini untuk melabeli

  6. # mkdir -p /hd2 Langkah ini membuat direktori /hd2 untuk menampung mounting dari  partisi hard disk baru nantinya

  7. # newfs /dev/ad1s1e Langkah ini memformat partisi baru

  8. # mount -t ufs /dev/ad1s1e /hd2 Langkah ini untuk melakukan mounting partisi /dev/ad1s1e yang telah dibuat pada point 7 ke direktori /hd2 yang dibuat pada point 6

  9. # edit /etc/fstab Tambahkan baris berikut :

    /dev/ad1s1e    /hd2   ufs     rw     1    1

    agar pada booting berikutnya FreeBSD Anda bisa mengenali penambahan hard disk baru ini dan kita tinggal menggunakannya di /hd2

  10. Untuk hard disk tipe SCSI ganti ad dengan da

FreeBSD…masihkah perlu diragukan ?

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSDDecember 28, 2007 11:29 pm

Network File System [NFS] merupakan sistem file yang memanfaatkan sistem file dari komputer server sebagai sistem file komputer client dalam jaringan komputer sesama UNIX base. Atau singkatnya : file Sharing sesama komputer UNIX base. Fitur ini secara default sudah di-support oleh FreeBSD, jadi yang kita perlukan hanya melakukan konfigurasi di kedua komputer yang saling bertukar pakai file ini.

Misalnya IP server 192.168.1.252 dan IP client 192.168.1.33, maka konfigurasi komputer servernya adalah seperti berikut ini :

  • # edit /etc/rc.conf

    tambahkan baris-baris berikut :

    rpcbind_enable="YES"
    nfs_server_enable="YES"
    mountd_flags="-r"

  • Buat file /etc/exports yang isinya :

    /share -maproot=root 192.168.1.33

    pada contoh ini direktori di server yang disharing adalah /share dan yang diijinkan mengaksesnya adalah komputer client dengan IP 192.168.1.33. Opsi -maproot=root berarti mengijinkan user root di komputer client untuk mengakses direktori /share di server secara penuh sebagaimana biasanya hak akses root. Opsi-opsi yang lain bisa Anda pelajari sendiri dengan membaca manual exports : # man exports

  • # reboot

Selanjutnya konfigurasi client :

  • Buat direktori penampung : # mkdir /dataku

  • # edit file /etc/fstab lalu tambahkan baris :

    192.168.1.252:/share /dataku nfs rw 1 1

  • Bila ingin memastikan bahwa komputer client bisa melakukan mounting direktori dari server [tidak ada gangguan pada jaringan maupun teknis sintaks konfigurasi terutama yang berkenaan dengan hak akses] atau Anda hanya memerlukan mengakses direktori di server secara insidental, maka Anda bisa memberikan perintah berikut :

    # mount 192.168.1.252:/share /dataku

  • # reboot

Maka setiap kedua komputer di atas terkoneksi, direktori /share di server akan otomatis bisa diakses di client sebagai direktori /dataku.

FreeBSD…wuih !

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSDDecember 24, 2007 10:15 am

Pada suatu waktu, saya minta tolong rekan menginstalkan FreeBSD. Setelah dia selesai, saya melakukan beberapa konfigurasi. Server FreeBSD ini digunakan untuk layanan file sharing via Samba. Untuk keperluan ini diperlukan swapfile yang memadai karena diakses banyak orang. Rekan saya tadi  kelupaan membuat swapfile. Nah, langkah-langkah berikut adalah yang saya lakukan untuk membuat swapfile :

  • Cek keberadaan swapfile :
    # swapinfo -k
    Device          1K-blocks     Used    Avail Capacity
  • # dd if=/dev/zero of=/usr/swap0 bs=1024k count=512 di sini saya membuat swapfile sebesar 512 x 1024K atau 512 M di direktori /usr/swap0
  • # chmod 0600 /usr/swap0 untuk mengatur hak akses
  • # edit /etc/rc.conf dan tambahkan baris berikut : swapfile="/usr/swap0"
  • # reboot
  • Cek lagi keberadaan swapfile :
    # swapinfo -k
    Device          1K-blocks     Used    Avail Capacity
    /dev/md0           524288        0   524288     0%

FreeBSD…simple is the best

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSDDecember 20, 2007 8:04 am

Menurut saya, tak ada yang bisa menggantikan Midnight Commander sebagai utilitas untuk file manager. Nah, pada kesempatan kali ini akan saya sempatkan untuk meng-install-nya di FreeBSD 6.2 tercinta. Ada dua cara simple :

  • via port :
    # cd /usr/ports/misc/mc/ && make install clean
  • atau via paket :
    # pkg_add -rv mc

Hasilnya :

 

FreeBSD…just about…something which is powerful. NIGHT FLYER MODE [ON].

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSD 5:46 am

Pipe (|) adalah sebuah operator yang dengannya memungkinkan kita terhubung ke beberapa proses secara bersamaan. Apai itu proses dalam determinasi UNIX [baca : FreeBSD] akan kita bahas kemudian. Untuk sementara proses kita artikan sebagai kerja yang dilakukan oleh sistem operasi ketika sebuah perintah dieksekusi/dijalankan baik oleh user manusia atau user yang mewakili proses lain. Proses-proses yang dihubungkan oleh pipe dapat berjalan serentak dan secara otomatis dijadwalkan ulang sebagai aliran data di antara proses-proses tersebut.  

Sebagai contoh penggunaan pipe ini akan kita lakukan untuk meringkas dua baris perintah berikut :

# ps ax > psaxoutput.txt
# grep sendmail psaxoutput.txt > psaxgrepsendmail.txt  

Menjadi lebih satu baris perintah :

# ps ax | grep sendmail > psaxgrepsendmail.txt 

Catatan :
Perintah grep sendmail pada kasus di atas, adalah perintah untuk menyaring perintah keluaran ps ax hanya yang berkenaan dengan program sendmail saja.

Jika kita ingin menampilkan keluaran ps ax |grep sendmail ke layar monitor [standard output] per halaman, maka kita bisa melakukannya dengan perintah berikut  : 

# ps ax | grep sendmail | more
  394  ??  Ss     0:00.06 sendmail: accepting connections (sendmail)
  398  ??  Is     0:00.00 sendmail: Queue runner@00:30:00 for /var/spool/clientmqueue (sendmail)
  568  p0  S+     0:00.00 grep sendmail

Tidak ada batasan berapa jumlah maksimum proses yang hendak Anda eksekusi secara serentak dengan bantuan operator pipe ini.

FreeBSD…The Power To Serve.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSDDecember 19, 2007 8:02 am

Ada kalanya kita memerlukan pencatatan atas suatu aktivitas yang kita lakukan di suatu mesin FreeBSD. Sistem pencatatan aktivitas inilah yang mendasari apa yang kita sebut sebagai sistem logging.

Untuk keperluan melakukan redirecting standar output kita bisa menggunakan operator >.

Kasus :

komkecil# ps ax
  PID  TT  STAT      TIME COMMAND
    0  ??  WLs    0:00.00 [swapper]
    1  ??  ILs    0:00.02 /sbin/init –
    2  ??  DL     0:00.03 [g_event]
    3  ??  DL     0:00.07 [g_up]
    4  ??  DL     0:00.11 [g_down]
    5  ??  DL     0:00.00 [kqueue taskq]
    6  ??  DL     0:00.00 [acpi_task_0]
    7  ??  DL     0:00.00 [acpi_task_1]
    8  ??  DL     0:00.00 [acpi_task_2]
    9  ??  DL     0:00.00 [thread taskq]
   10  ??  RL    10:34.58 [idle]
   11  ??  WL     0:00.00 [swi1: net]
   12  ??  WL     0:00.59 [swi4: clock sio]
   13  ??  WL     0:00.00 [swi3: vm]
   14  ??  DL     0:00.03 [yarrow]
   15  ??  WL     0:00.00 [swi5: +]
   16  ??  WL     0:00.00 [swi2: cambio]
   17  ??  WL     0:00.00 [swi6: task queue]
   18  ??  WL     0:00.00 [swi6: Giant taskq]
   19  ??  WL     0:00.00 [irq9: acpi0]
   20  ??  WL     0:00.00 [irq16: cbb0 cbb1+]
   21  ??  DL     0:00.00 [cbb0]
   22  ??  DL     0:00.00 [cbb1]
   23  ??  WL     0:00.00 [irq17: uhci0]
   24  ??  DL     0:00.00 [usb0]
   25  ??  DL     0:00.00 [usbtask]
   26  ??  WL     0:00.00 [irq18: uhci1]
   27  ??  DL     0:00.00 [usb1]
   28  ??  WL     0:00.00 [irq19: ehci0 uhci2]
   29  ??  DL     0:00.00 [usb2]
   30  ??  WL     0:00.01 [irq20: fxp0]
   31  ??  WL     0:00.04 [irq14: ata0]
   32  ??  WL     0:00.00 [irq15: ata1]
   33  ??  DL     0:00.00 [usb3]
   34  ??  WL     0:00.00 [irq23: uhci3]
   35  ??  DL     0:00.00 [usb4]
   36  ??  DL     0:00.06 [acpi_thermal]
   37  ??  DL     0:00.00 [acpi_cooling0]
   38  ??  DL     0:00.00 [fdc0]
   39  ??  WL     0:00.00 [swi0: sio]
   40  ??  WL     0:00.00 [irq7: ppc0]
   41  ??  WL     0:00.00 [irq1: atkbd0]
   42  ??  DL     0:00.00 [pagedaemon]
   43  ??  DL     0:00.00 [vmdaemon]
   44  ??  DL     0:00.25 [pagezero]
   45  ??  DL     0:00.00 [bufdaemon]
   46  ??  DL     0:00.00 [vnlru]
   47  ??  DL     0:00.03 [syncer]
   48  ??  DL     0:00.00 [softdepflush]
   49  ??  DL     0:00.04 [schedcpu]
  140  ??  Is     0:00.00 adjkerntz -i
  252  ??  Is     0:00.00 /sbin/devd
  281  ??  Ss     0:00.02 /usr/sbin/syslogd -s
  388  ??  Ss     0:00.01 /usr/sbin/sshd
  394  ??  Ss     0:00.03 sendmail: accepting connections (sendmail)
  398  ??  Is     0:00.00 sendmail: Queue runner@00:30:00 for /var/spool/client
  413  ??  Is     0:00.01 /usr/sbin/cron -s
  521  ??  Ss     0:00.09 sshd: handaru [priv] (sshd)
  525  ??  S      0:00.02 sshd: handaru@ttyp0 (sshd)
  476  v0  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv0
  477  v1  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv1
  478  v2  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv2
  479  v3  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv3
  480  v4  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv4
  481  v5  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv5
  482  v6  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv6
  483  v7  Is+    0:00.01 /usr/libexec/getty Pc ttyv7
  526  p0  Ss     0:00.02 -sh (sh)
  528  p0  S      0:00.02 su
  529  p0  S      0:00.04 _su (csh)
  532  p0  R+     0:00.00 ps ax

Jika kita bermaksud mencatat log proses ini ke suatu file, maka bisa kita lakukan dengan cara berikut :

komkecil# ps ax > psaxoutput.txt
komkecil# edit psaxoutput.txt

Pada langkah di atas, jika file psaxoutput.txt eksis, maka file tersebut akan ditindas/di-replace. Jika yang Anda inginkan adalah melakukan append mode [ditambahkan di bawah baris-baris yang telah ada sebelumnya], maka Anda bisa menggunakan operator >> :

komkecil# ps ax >> psaxoutput.txt
komkecil# edit psaxoutput.txt

Sedangkan untuk melakukan redirecting input, kita bisa memanfaatkan operator <. Berikut adalah contoh kasusnya dimana kita akan memasukkan parameter input-an ke perintah more :

komkecil# more <  psaxoutput.txt

FreeBSD is UNIX, so…everything is file too.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSDDecember 14, 2007 7:21 pm

 

Yup, pada awalnya Firefox versi 1.5.0.7. Lalu Anda tidak bisa menggunakan Theme dan Add-on terbaru karena rata-rata hanya kompatibel dengan Firefox 2. Maka timbullah hasrat untuk meng-update Firefox. Langkah-langkahnya [Firefox yang digunakan adalah linux-firefox] :

  • Download Firefox 2 di sini : http://www.mozilla.com/en-US/firefox/all.html tentu saja ambil yang untuk Linux
  • # tar xvfz firefox-2.0.0.11.tar.gz
  • # cp -R firefox linux-firefox
  • # mkdir /usr/titip
  • # mv /usr/local/lib/linux-firefox /usr/titip/linux-firefox
  • # mv linux-firefox /usr/local/lib/linux-firefox

Jalankan : # linfox jangan lupa baca yang ini : Starting Firefox Bermasalah

 

Bingo ! Jika untuk selanjutnya Anda mau mengupdate aneka Theme dan Add-on terbaru dan manarik hati, ya monggo ! Dan kalau Anda sudah yakin bahwa semuanya telah berjalan dengan baik, Anda bisa menghapus direktori jaga-jaga /usr/titip dengan perintah # rm -R /usr/titip

Firefox…I Love U 2.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSD 5:53 pm

 

Pernahkah Anda mengalami kondisi di bawah ini sewaktu membuka Firefox ?

 

Mungkin Anda akan menutup proses Firefox dengan perintah kill atau melakukan reboot, seperti yang disarankan. Namun setelah kedua hal di atas telah Anda lakukan dan mulai menjalankan Firefox, maka yang Anda jumpai adalah pesan tadi. Lalu bagaimana penyelesaiannya ?

Kasus di atas seringkali terjadi karena Firefox berada pada kondisi lock. Jadi Anda perlu melakukan unlock. Caranya ? Hapus file lock dan .parentlock. Kedua file ini di sistem *NIX berada di ~.mozilla. Untuk kasus di FreeBSD saya, kedua file tersebut tepatnya berada di :

  • /usr/compat/linux/root/.mozilla/firefox/n5krnrt4.default/lock
  • /usr/compat/linux/root/.mozilla/firefox/n5krnrt4.default/.parentlock

Lalu Anda menjalankan Firefox :

  • # linux-firefox

Ok, sip. Firefox jalan dengan mulus. Ketika Anda telah selesai berselancar dengan Firefox tersayang, Anda menutupnya. Dan ketika membukanya kembali, kejadian semula berulang. Hal ini terjadi karena Firefox kembali terkunci karena Firefox secara otomatis menciptakan kedua file di atas. Jadi Anda harus menghapus keduanya kembali sebelum menjalankan Firefox. Tentu hal ini terasa tidak nyaman. Ada baiknya Anda membuat sebuah file script executable : 

  • # edit /usr/local/bin/linfox
  • Tuliskan script berikut :

    #!/bin/sh
    rm /usr/compat/linux/root/.mozilla/firefox/n5krnrt4.default/lock
    rm /usr/compat/linux/root/.mozilla/firefox/n5krnrt4.default/.parentlock
    linux-firefox

  • Lalu jalankan : # linfox

FreeBSD…sungguh, tak ada alasan untuk berpaling darimu.

Firefox Logo from http://www.whichbrowser.net
& FreeBSD Logo from http://www.forat.info

 Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

 

Simple, FreeBSDDecember 13, 2007 2:37 pm

Ada kalanya ketika melakukan instalasi suatu paket aplikasi melalui /usr/ports mengalami kendala karena ketergayutan paket aplikasi tersebut dengan aplikasi lainnya. Sebagai contoh di sini adalah instalasi paket Firefox di bawah Linux Emulator [bukan native]  pada FreeBSD 6.2, yang di port dikenal dengan /usr/ports/www/linux-firefox. Sebelum mem-build suatu port, Anda perlu membaca Makefile-nya. Dari sana Anda bisa melihat dependensi suatu port.

# cd /usr/ports/www/linux-firefox
# edit Makefile

# New ports collection makefile for:    linux-firefox
# Date created:                         2004-09-17
# Whom:                                 voisine
#
# $FreeBSD: ports/www/linux-firefox/Makefile,v 1.43 2007/12/05 10:08:06 sat Exp $
#

PORTNAME=       firefox
PORTVERSION=    2.0.0.11
CATEGORIES=     www
MASTER_SITE_SUBDIR?=    firefox/releases/${PORTVERSION}/linux-i686/en-US

MAINTAINER=     infofarmer@FreeBSD.org
COMMENT=        Web browser based on the browser portion of Mozilla

.include "${.CURDIR}/../linux-seamonkey/Makefile.common"
.include <bsd.port.mk>

Pada baris kedua dari bawah dari file Makefile di atas, terlihat disebutkan dependensi-nya. Baiklah, berarti kita membutuhkan paket aplikasi linux-seamonkey :
  • # cd /usr/ports/www/linux-seamonkey
  • # make install clean
Selanjutnya kita bisa kembali meneruskan instalasi paket linux-firefox via port :
  • # cd /usr/ports/www/linux-firefox
  • # make install clean
  • Hasilnya, dari Shell di XDesktop, ketik # linux-firefox maka akan tampil :

     

    Dan tentu saja Anda juga bisa membukanya dari K Menu, Internet dari KDE. Bagi Firefox under Emulator Linux ini, website dengan plugin Adobe Flash Player, ayo aja. Tapi sayang, sejak 1 April 2006, EULA dari Macromedia menyatakan :

    You may not use the Software on … (D) any operating system that is not an Authorized Operating System.

    dan FreeBSD bukanlah Authorized Operating System yang dimaksud. Macromedia…SUCK !

FreeBSD…Commited 2 U.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSDDecember 12, 2007 9:36 pm

 

Pada kesempatan ini kita akan melakukan proses instalasi versi native [bukan versi linux emulator]-nya. Opera versi native memiliki kompatibilitas yang lebih baik karena terpasang secara langsung di FreeBSD, namun sampai release 9.24 masil belum disertakan plugin Adobe Flash Player. Yang versi linux emulator, kita bisa pasangkan plugin Adobe Flash Player. Karena saya gak suka bertandang ke situs-situs yang mengandung flash, maka plugin ini relatif tidak saya butuhkan.

Baiklah, kita mulai prosesnya :

  • Download Opera-nya dari sini. Ambil yang FreeBSD 6.x (Shared)    5.2 MB
  • # mkdir /usr/data
  • # cp opera-9.24-20071015.4-shared-qt.i386.freebs-en.tar.gz /usr/data
  • # tar xvfz opera-9.24-20071015.4-shared-qt.i386.freebs-en.tar.gz
  • # cd opera-9.24-20071015.4-shared-qt.i386.freebs-en
  • # ./install.sh
  • Jawab semua dua pertanyaan interaktif yang muncul dengan  y atau yes
  • Eksekusi opera dari X Desktop # opera
  • Maka yang akan muncul :

  • Bila masih pertama kali kita jalankan, Opera memunculkan pertanyaan letak path pluginnya. Arahkan path plugin-nya ke : /usr/local/share/opera/plugins :

Memang ada yang lebih bagus dari FreeBSD ? Yang lebih mahal banyak !

Opera Logo from http://weblabor.hu

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa