Dengan fungsi fork() memungkinkan sebuah proses dijalankan oleh dua proses identik yang kita kenal sebagai proses parent (induk) dan proses child (anak). Fork yang sukses akan memberikan nilai balikan 0 dan memberikan nilai balikan -1 jika terjadi kegagalan eksekusi fungsi ini.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :

#edit test_fork.c 

#include <stdio.h>
#include <unistd.h>         /* pustaka dimana fungsi fork() berada */
#include <sys/types.h>      /* pustaka dimana tipe data pid_t berada */

int main()
{
   pid_t nilai_balikan;

   nilai_balikan = fork();

   if (nilai_balikan < 0)
      fprintf(stderr, "Nilai balikan : %d, berarti fork gagal dieksekusi\n", nilai_balikan);
   else if (nilai_balikan == 0)
      printf("Nilai balikan : %d, berarti fork berhasil dieksekusi dan  membuat proses anak dengan PID : %d\n", nilai_balikan
   else
      printf("Ini proses induk dengan PID : %d\n", getpid());
}

$ gcc -o test_fork test_fork.c
$ ./test_fork
Ini proses induk dengan PID : 766
Nilai balikan : 0, berarti fork berhasil dieksekusi dan  membuat proses anak dengan PID : 767
$

Tipe data pid_t adalah signed integer untuk merepresentasikan PID yang terdapat dalam standar pustaka GNU sys/types.h. dan fungsi getpid() bisa kita gunakan untuk mengetahui PID dari proses yang berjalan [baik proses induk maupun proses anak].

FreeBSD…mendasar dan terpahami.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa