C memungkinkan untuk membuat array dimensi lebih dari satu. Bentuk umum pendeklarasian array berdimensi banyak adalah :
tipe nama_array[ukuran_1][ukuran_2] . . . [ukuran_N];
File arraydb.c
#include <stdio.h>
static char barishari[2][13] = {
{0,31,28,31,30,31,30,31,31,30,31,30,31},
{0,31,29,31,30,31,30,31,31,30,31,30,31}
};
int hari_per_tahun();
int hari_per_tahun(int *tahun, int *bulan, int *hari)
{
int i, kabisat; kabisat = *tahun % 4 == 0 && *tahun % 100 != 0 || *tahun % 400 == 0;
for (i=1; i < *bulan; i++)
*hari += barishari[kabisat][i];
return *hari;
}
main()
{
int a,b,c;
a=1988;
b=3;
c=1;
printf(”%d\n”, hari_per_tahun(&a, &b, &c));
}
$ gcc -o arraydb arraydb.c
$ ./arraydb
61
$
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa
kaLau boLeh tau Kelebihan dan kekurangan Array 1 Dimensi,2 Dimensi dan 3 Dimensi….
thx b4…
Handaru berkata,
Kalau antar array 1, 2, 3 dan seterusnya adalah dimensinya. Semakin banyak dimensinya, maka semakin memungkinkan keanggotaan yang bukan hanya lebih banyak tapi juga atribut relasinya lebih banyak pula. Tapi hal ini bukan berarti semakin banyak dimensinya semakin bagus, penggunaan dimensi sesuai dengan kebutuhan jauh lebih baik sehingga tak boros ‘logika’ dan juga penggunaan memori. Contoh yang paling mudah jika kita mau mendata 4 tanaman dengan dua ciri [biji dan akar] akan lebih mudah menggunakan arry 2 dimensi karena ada 2 atribut di sini. Jadi komponen arraynya misalnya a11=berbiji, akar tunggang, a12=berbiji, akar serabut, a21=tak berbiji, akar tunggang dan a22=tak berbiji, akar serabut, daripada hanya menggunakan arry dimensi satu : a1=berbiji, akar tunggang, a2=berbiji, akar serabut, a3=tak berbiji, akar tunggang dan a4=tak berbiji, akar serabut. Pada yang pertama kita bisa melihat hadirnya klasifikasi, sedangkan yang kedua hanya terkesan penyebutan belaka. Aplikasinya dalam program komputer [pemanggilan komponen-komponennya yang biasanya dengan loop for] juga lebih ringkas yang pertama.
Comment by nenden — March 5, 2008 @ 2:44 pm