Fungsi printf() mempunyai kegunaan yang luas dalam C. Fungsi ini sering dipakai untuk menampilkan string ataupun berbagai jenis data lainnya. Dengan menggunakan fungsi ini maka tampilan dapat diformat dengan mudah.
Pada contoh berikut, printf() dituliskan dalam satu baris :
printf(”Selamat berkenalan dengan bahasa C”);
Pernyataan di atas dapat ditulis menjadi dua pernyataan berikut :
printf(”Selamat berkenalan”);
printf(” dengan bahasa C”);
Keduanya menghasilkan keluaran :
Selamat berkenalan dengan bahasa C
Bagaimana halnya bila diinginkan keluran berupa :
Selamat berkenalan
dengan bahasa C
dengan dua pernyataan string yang ditempatkan pada dua baris yang berbeda. Untuk keperluan ini kita perlu menyertakan karakter yang dinamakan sebagai karakter “baris baru“ (new_line character) yaitu \n dibagian akhir string yang pertama “Selamat berkenalan“, sehingga menjadi :
printf(”Selamat berkenalan\n dengan bahasa C”);
Tanda \ pada string yang dilewatkan sebagai argumen fungsi printf() mempunyai makna khusus. Tanda ini dapat digunakan untuk menyatakan karakter khusus seperti :
- \’ menyatakan petik tunggal,
- \” menyatakan karakter petik ganda,
- \\ menyatakan karakter backslash,
- \t menyatakan karakter tab,
- \n menyatakan baris baru,
- \b menyatakan backspace,
- \r menyatakan carriage return,
- \f menyatakan formfeed,
- \xdd menyatakan sandi ASCII dalam notasi heksadesimal (tiap d mewakili satu angka),
- \ddd menyatakan sansi ASCII dalam notasi oktal (tiap d mewakili satu angka).
Dalam bentuk yang lebih umum format printf() adalah
printf(”string_kontrol”, daftar_argumen);
dimana string_kontrol dapat berupa satu atau sejumlah karakter yang akan ditampilkan ataupun berupa penentu format yang akan mengatur penampilan dari argumen yang terletak pada daftar_argumen.
Mengenai penentu format diantaranya berupa :
- %d untuk menampilkan bilangan bulat/integer,
- %u untuk integer tak bertanda,
- %x untuk integer heksadesimal tak bertanda,
- %o untuk integer oktal tak bertanda,
- l untuk awalan yang dipakai dengan %d, %u, %x, %o untuk menyatakan long integer (misalnya %ld),
- %f untuk menampilkan bilangan pecahan/floating-point (notasi desimal),
- %e untuk menampilkan bilangan pecahan/floating-point (notasi eksponensial),
- %g untuk floating-point (yang terpendek diantara %f dan %e),
- %c untuk menampilkan karakter,
- %s untuk menampilkan string,
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :
File lanjutprintf.c
#include <stdio.h>
main(){
printf(”Nama : %s\n”, “Handaru”);
printf(”NIM : %d\n”, 23);
printf(”Nilai : %f Dalam huruf : %c\n”, 70.5, ‘B’);
}
yang bila di-compile akan mengeluarkan output :
$ gcc -o lanjutprintf lanjutprintf.c
$ lanjutprintf
Nama : Handaru
NIM : 23
Nilai : 70.500000 Dalam huruf : B
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa