My Little Daemon™

Middle, FreeBSDAugust 12, 2007 7:33 am

Untuk melakukan backup dan mengkompress satu file atau direktori dapat dilakukan dengan perintah tar dan gzip :

# tar backup.tar /etc
# gzip -9 backup.tar

akan menghasilkan file backup.tar.gz yang merupakan file terkompres dari semua file yang ada di direktori /etc. Sedangkan untuk mengekstrak file backup tersebut dapat digunakan gabungan perintah berikut :

# gunzip backup.tar.gz
# tar xvf backup.tar

Kedua gabungan proses di atas dapat dilakukan dengan menggunkan proses pipe (”|”) yang hanya memerlukan satu baris perintah saja : 

# tar cvf - /etc | gzip -9c > backup.tar.gz

Disini perintah tar akan mengirim tarfile ke “-” yang merupakan standar output dari perintah tar. Sedangkan opsi -c pada gzip merupakan standar output perintah gzip yang akan menghasilkan file backup.tar.gz.

Sementara itu untuk mengekstrak dan mengembalikan file di atas dapat dilakukan hanya dengan satu baris perintah :

#gunzip -c backup.tar.gz | tar xvf -

Perintah tar juga mempunyai opsi -z yang digunakan untuk mengkompres atau mengekstrak file secara otomatis. Dengan menggunakan perintah ini maka tidak lagi diperlukan perintah gzip dan gunzip, namun menggunakan perintah compress. File yang dihasilkan memiliki ektensi .tar.Z.

Contoh :

# tar cvfz backup.tar.Z /etc

yang ekivalen dengan gabungan perintah berikut :

# tar cvf backup.tar /etc
# compress backup.tar

Untuk melakukan ekstraksi file di atas dapat digunakan perintah :

# tar xvfz backup.tar.Z

yang ekivalen dengan gabungan perintah berikut :

# uncompress backup.tar.Z
# tar xvf backup.tar

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Middle, FreeBSD 7:31 am

tar adalah sebuah program pengarsipan yang didesain untuk melakukan backup ataupun untuk mengekstrak file backup. Format perintah tar adalah :

tar [opsi] [file1] [file2] . . . [fileN]

 

Argumen yang pertama adalah beberapa opsi seperti : crtux. Kemudian argumen yang terakhir adalah nama-nama file atau direktori yang akan di-ekstrak atau di-store.

Keterangan selengkapnya perintah tar adalah seperti berikut ini :

$ tar –help
tar(bsdtar): manipulate archive files
First option must be a mode specifier:
  -c Create  -r Add/Replace  -t List  -u Update  -x Extract
Common Options:
  -b #  Use # 512-byte records per I/O block
  -f <filename>  Location of archive (default /dev/sa0)
  -v    Verbose
  -w    Interactive
Create: tar -c [options] [<file> | <dir> | @<archive> | -C <dir> ]
  <file&gt, <dir&gt  add these items to archive
  -z, -j  Compress archive with gzip/bzip2
  –format {ustar|pax|cpio|shar}  Select archive format
  –exclude <pattern>  Skip files that match pattern
  -C <dir>  Change to <dir> before processing remaining files
  @<archive>  Add entries from <archive> to output
List: tar -t [options] [<patterns>]
  <patterns>  If specified, list only entries that match
Extract: tar -x [options] [<patterns>]
  <patterns>  If specified, extract only entries that match
  -k    Keep (don’t overwrite) existing files
  -m    Don’t restore modification times
  -O    Write entries to stdout, don’t restore to disk
  -p    Restore permissions (including ACLs, owner, file flags)

Sebagai contoh perhatikan perintah berikut :

# tar cvf backup.tar /etc

akan mengemas/backup semua file yang berada pada direktori /etc ke dalam arsip backup.tar. Argumen yang pertama yaitu cvf adalah opsi-opsi yang digunakan. Opsi c digunakan untuk membuat (create) file arsip baru yang berupa tarfile. Opsi v akan memberikan daftar file-file yang akan di-backup. Sedangkan opsi f bertugas memberi tahu tar bahwa argumen berikutnya yaitu backup.tar adalah nama file arsip yang akan dibuat.

Perintah berikut :

# tar xvf backup.tar

akan mengekstrak tarfile - backup.tar - ke direktori aktif/current directory.

Sebelum melakukan ekstrak suatu tarfile, sangat penting untuk mengetahui di mana tarfile tersebut akan di-unpacked atau diekstrak. Sebagai contoh, kita akan melakukan backup file-file yang ada di dalam direktori-direktori berikut : /etc/hosts, /etc/group dan /etc/passwd. Jika digunkan perintah :

# tar cvf backup.tar /etc/hosts /etc/group /etc/passw

dengan pathname ditulis lengkap maka kalau kita ingin mengekstraknya, kita perlu menentukan lokasi yang benar :

# cd /
# tar xvf backup.tar
 

digunakan / yang merukan root directory sistem UNIX karena semua argumen di atas menggunkan path /etc/. Path di atas path /etc/ adalah /. Disini file akan diekstrak sesuai dengan pathname yang tersimpan pada arsip file.  Namun jika kita mem-backup dengan perintah :

# cd /etc
# tar cvf host group passwd

maka nama direktori sebelumnya/path tidak tersimpan dalam arsip file. Sehingga jika kita ingin mengekstrak file ini maka kita tentukan dulu direktori aktif/current directory kita dengan perintah :

# cd /etc

baru kemudian kita bisa melakukan proses ekstraksi file arsip :

# tar xvf backup.tar

Adapun perintah :

# tar tvf backup.tar

opsi t pada perintah di atas akan menampilkan indeks dari tarfile sebelum diarsipkan. Di sini kita dapat melihat direktori dari file-file yang akan diekstrak.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Simple, FreeBSD 7:29 am

Pada tahun 1981, Kelompok Peneliti Sistem Komputer, Computer Systems Research Group (CSRG), Universitas California di Berkeley melakukan modifikasi sistem operasi UNIX AT&T untuk dijalankan di mesin DEC VAX II/780.

Fitur yang paling menonjol pada release sistem operasi UNIX baru ini adalah dukungan terhadap virtual memory dan implementasi protokol baru dari ARPANET yang selanjutnya dikenal sebagai Internet Protocols (IP). Sistem operasi UNIX baru ini berbeda sama sekali dengan sistem operasi UNIX AT&T. Sistem operasi ini kemudian dikenal sebagai Berkeley UNIX.

Pada proses pengembangan berikutnya, tim BSD berhasil membuat suatu sistem file dengan performa cepat yang diberi nama UNIX File Sytem (UFS).

Perubahan dalam regulasi legal di Amerika Serikat antara tahun 1977 sampai dengan tahun 1984 telah membolehkan pihak AT&T untuk memberikan lisensi UNIX ke vendor lain sehingga pada tahun 1981 Microsoft meluncurkan XENIX yang merupakan UNIX hasil pengembangan tim Santa Cruz Operation (SCO).

Pada tahun 1982 AT&T mengembangkan UNIX System III dan System V di tahun 1983 untuk keperluan pasarnya sendiri.

Akibat kejadian-kejadian di atas maka pada pertengahan tahun 1980-an terdapat empat versi berbeda dari UNIX yaitu : Research Version, digunakan hanya di lingkungan internal AT&T, Berkeley Software Distribution (BSD) dari Berkeley, System V komersial dari AT&T dan XENIX yang tidak lagi diminati oleh Microsoft, yang dipasarkan oleh perusahaan yang telah mengembangkannya yaitu SCO.

Pada akhir tahun 1994 FreeBSD versi 2.0 di-release yang merupakan hasil migrasi source base BSDI (Berkeley Software Design Inc) ke source 4.4BSD-Lite.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Middle, FreeBSD 7:22 am

Perintah gzip digunakan untuk melakukan kompres atau mengurangi ukuran (size) file. File yang dihasilkan berupa file kompres dengan ektensi .gz.

 

Selengkapnya opsi perintah gzip adalah seperti berikut ini :

$ gzip -h
gzip 1.2.4 (18 Aug 93)
usage: gzip [-cdfhlLnNrtvV19] [-S suffix] [file …]
 -c –stdout      write on standard output, keep original files unchanged
 -d –decompress  decompress
 -f –force       force overwrite of output file and compress links
 -h –help        give this help
 -l –list        list compressed file contents
 -L –license     display software license
 -n –no-name     do not save or restore the original name and time stamp
 -N –name        save or restore the original name and time stamp
 -q –quiet       suppress all warnings
 -r –recursive   operate recursively on directories
 -S .suf  –suffix .suf     use suffix .suf on compressed files
 -t –test        test compressed file integrity
 -v –verbose     verbose mode
 -V –version     display version number
 -1 –fast        compress faster
 -9 –best        compress better
 file…          files to (de)compress. If none given, use standard input.

Jadi perintah berikut ini :

# gzip -9 backup.tar

akan mengkompres file backup.tar dan mengubahnya menjadi file terkompres dengan ekstensi .gz, jadi file hasilnya adalah backup.tar.gz. Opsi -9 atau –best memberitahukan pada gzip agar menggunakan faktor kompresi terbaik.  Secara default gzip akan memberikan nama file terkompresinya dengan nama file original. File yang terkompres dapat dikembalikan lagi dengan menggunakan perintah gzip -d atau gunzip.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa
Simple, FreeBSD 6:59 am

Pernahkan Anda mengalami kendala sewaktu melakukan install suatu program aplikasi di FreeBSD baik melalui sumber CD/ports atau yang lainnya gara-gara jam sistem yang tidak ter-update alias terlambat ? Hal ini terjadi karena sistem gagal melakukan ‘penimpukan’ file karena file yang akan ‘menimpuk’ dibaca lebih lama oleh sistem (FreeBSD) lebih lama dari yang akan ‘ditimpuk’. Kendala ini dapat diatasi dengan melakukan update jam sistem, caranya :

  1. Anda harus yakin kalo timezone sistem Anda telah benar (Anda bisa menggunakan /usr/sbin/sysinstall untuk memastikannya). 
  2. Salin file zonainfo Anda menjadi localtime ($ mv /usr/share/zonainfo/Asia/Jakarta /etc/localtime).
  3. Jalankan perintah date dengan opsi waktu yang benar (YYMMDDHHmm, jam dalam format 24 jam), misalnya, $ date 0703271823 adalah melakukan setting jam sistem ke tanggal 27 bulan 03 tahun 2007 jam 18 lebih 23 menit.
  4. Silahkan teruskan proses instalasi program aplikasi Anda, maka dijamin Anda tidak Akan menemui kendala keterlambatan jam sistem lagi.

 

Silahkan mencoba !

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa